berita seputar Kuliner

Emak-emak di Pacitan Ini Bikin Kerupuk dari Tulang Ikan Tuna

Emak-emak di Pacitan ini tergolong kreatif. Sadar produksi tuna di daerahnya melimpah, dia pun memelopori pembuatan makanan berbahan ikan tersebut.

Tak hanya mengandalkan daging ikan sebagai bahan baku produknya. Tulang ikan tuna yang selama ini dianggap limbah mampu disulap menjadi menu penuh cita rasa.

“Dulu pernah dapat pelatihan cara bikin kerupuk dari pemerintah daerah,” tutur Sriyanti saat berbincang dengan detikcom di rumahnya Desa Sukodono, Kecamatan Donorojo, Sabtu (19/12/2020) siang.

Pengetahuan yang dia dapatkan ternyata tak membuat ibu dua putra itu berpuas diri. Sebaliknya, perempuan yang juga berstatus istri kepala desa itu makin terpacu untuk terus mengembangkan diri.

Makin besarnya jumlah produksi berbanding lurus dengan kian banyaknya limbah yang dihasilkan. Salah satunya berupa tulang ikan. Sayangnya selama ini sisa produksi semacam itu hanya dibuang sia-sia.

Istri dari Harun Supadmo itu pun memutar otak. Bersama sejumlah ibu rumah tangga yang tergabung di poklahsar, Sriyanti memprakarsai pengolahan tulang ikan untuk diproduksi menjadi kerupuk.

Proses pembuatan kerupuk tulang tuna tak jauh beda dengan krupuk pada umumnya. Bahan utamanya adalah tepung terigu, tepung tapioka, dan tulang ikan tuna yang dilumatkan.

Adapun bumbunya berupa bawang putih, garam, gula, daun bawang, dan sedikit baking soda. “Insyaallah bahannya serba alami. Tanpa pengawet,” papar Sriyanti yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK.

Langkah pertama, kata Sriyanti, tulang tuna yang terkumpul dipresto selama tiga menit. Setelah dingin, tulang yang sudah empuk lalu diberi air dan digiling menggunakan blender. Sembari menggiling ditambahkan pula bawang putih secukupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *